Minggu, 13 September 2009

Beckham Rela Posisinya Direbut Lennon

Mantan kapten Inggris, David Beckham, harus mengakui bahwa kariernya bersama "Three Lions" sudah nyaris habis. Posisinya di sayap kanan mulai banyak penggantinya. Kini, Aaron Lennon menunjukkan kemampuan terbaiknya, saat membela Inggris untuk menggilas Kroasia, 5-1.

Beckham terus memperbaiki performanya untuk bisa masuk skuad inti timnas. Bahkan, musim lalu, ia rela mengisi waktu libur kompetisi MLS (Major League Soccer) dengan bergabung bersama AC Milan. Namun, pelatih Fabio Capello tampaknya cukup menempatkan Beckham sebagai pemain cadangan.

Dia lebih memercayai Lennon untuk berada di sayap kanan. Strategi Capello tepat. Saat Inggris menjamu Kroasia, Lennon tampil trengginas. Pergerakannya yang cepat membuat barisan belakang "Tim Papan Catur" kalang-kabut. Puncaknya, ketika gol Steven Gerrard tercipta. Lennon yang menjadi kreator dengan memberikan umpan silang kepada Gerrard.

Walau begitu, Beckham menujukkan sportivitas dengan memuji Lennon. Menurut dia, Lennon lebih baik daripada dirinya karena mempunyai kemampuan luar biasa. "Seorang pemain yang memiliki kecepatan. Dia (Lennon) memberi kontribusi lebih besar daripada diriku," aku Beckham.

"Aaron adalah pemain luar biasa. Ketika bermain untuk Inggris, dia selalu tampil bagus. Dia juga bermain bagus untuk klubnya Tottenham dan penampilannya saat latihan selama sepuluh hari juga mengesankan. Dia mempunyai kesempatan berharga dan telah mengambilnya. Dia menghargai itu karena dia bukan hanya pemain yang hebat, tetapi baik," pujinya.

Capello Peringatkan WAGs

Para WAGs nampaknya harus waspada serta menjaga sikap saat suami-suami dan kekasih mereka berlaga di Afrika Selatan tahun depan. Ya, jauh-jauh hari pelatih Timnas Inggris Fabio Capello sudah memberikan peringatan.

Inggris memastikan satu tempat di Piala Dunia 2010 setelah malam kemarin mereka berhasil menghempaskan musuh bebuyutan Kroasia dengan skor telak 5-1. Capello merasa bangga dengan pencapaian itu, tapi dia tetap menyebut gelar juara dunia sebagai taraget utama.

Demi meraih angannya tersebut, Don Fabio (panggilan Capello) meminta kerjasama seluruh pemain. Capello menjelaskan bahwa mulai detik ini hingga berakhirnya pagelaran Piala Dunia nanti, dia akan menerapkan disiplin tinggi didalam tim.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah para WAGs. Capello mengaku akan membatasi mereka untuk bertemu anak-anak asuhnya.

"Kami berangkat ke Afsel bukan untuk berlibur, melainkan menjalankan tugas. Saya mengerti mereka haru bertemu istri dan kekasih masing-masing tapi saya hanya memberikan kesempatan itu satu hari saja setelah menjalani sebuah pertandingan," tegas Capello seperti disitat The Guardian, Jumat (11/9/2009).

Capello : Saatnya Inggris Juara Dunia

Pelatih Timnas Inggris, Fabio Capello yakin, timnya punya kemampuan menjuarai Piala Dunia 2010. Asalkan, semua pemain yang dia andalkan dalam keadaan fit.

Inggris terakhir juara Piala Dunia 1966. Sukses Inggris memenangkan 8 pertandingan kualifikasi, termasuk menghajar Kroasia 5-1, dianggap mencerminkan kesiapan mereka meraih sukses di Afrika Selatan (Afsel). Rakyat Inggris pun kini berharap besar kepada John Terry dkk.

"Jika semua pemain dalam keadaan fit, kami punya kualitas untuk juara dunia. Kenapa tidak?" katanya kepada ESPN.

"Sekarang, kami punya waktu delapan bulan untuk mempersiapkan diri menghadapi Piala Dunia di Afsel. Saya hanya berharap kondisi fisik pemain akan sama seperti sekarang. Harapan kepada tim Inggris selalu sama, sangat tinggi," tambah Capello.

Capello menyatakan rasa puasnya saat Inggris menghajar Kroasia 5-1, Rabu (9/9). Kemenangan itu membalas kekalahan 2-3 dua tahun lalu, sekaligus memastikan Inggris ke putaran final Piala Dunia 2010.

"Permainan kami sangat fantastis. Kami menekan dan menguasai bola sebanyak mungkin. Tekanan kami sangat cepat dan kualitas passing kami juga sangat bagus," ujarnya.

Capello menambahkan, "Semangat dan konsentrasi tim sangat memuaskan. Itu yang sangat menyenangkan saya."

Bonus Rp 16,4 Miliar di Tangan Capello

Manajer Timnas Inggris, Fabio Capello semakin dekat dengan bonus 5 juta pound atau Rp 82 miliar andaikan ia bisa mengantar Inggris menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Bonus tersebut merupakan jumlah terbesar yang bisa diterima manajer/pelatih, baik di level internasional maupun klub.

Akan tetapi angka itu merupakan salah satu klausul dalam kontrak yang diberikan FA untuk membujuk Capello di penghujung 2007 lalu. Jika gagal maka klausul itu tidak akan cair. Bonus itu merupakan bagian dari kontrak yang berakhir pada 2010, walau kedua belah pihak menimbang untuk memperpanjang kontraknya hingga 2012 atau setelah putaran final Piala Eropa.

Terlepas dari keberhasilan Inggris melaju ke Afsel, masa depan Capello ramai diperdebatkan. Ada yang menyatakan bahwa ia akan berhenti di musim panas 2010. Capello menjawab dengan pernyataan ‘aman’ bahwa ia akan menghormati kontraknya. Putusan dari kedua belah pihak akan sangat tergantung dari hasil di putaran final Piala Dunia nantinya.

Akan tetapi jikalau Capello mampu mengantar Inggris menggapai titel Piala Dunia, maka nilai kontraknya akan melambung tinggi. Kenyataan ini disikapi serius FA yang saat ini kesulitan menggemukkan kasnya akibat krisis ekonomi. Jika penuh menjalani kontrak selama empat setengah tahun, Capello beserta stafnya menghabiskan kas FA sekitar 40 juta pound.

Keuangan FA dipusingkan oleh karamnya dela dengan Setanta yang jatuh bangkrut. Biaya operasional Stadion Wembley memakan dana 90 juta pound di tahun pertamanya. Sponsor raksasa seperti E.On tidak melanjutkan kerjasama untuk menyokong Piala FA. Carling yang selama ini mendukung dana Piala Liga juga goyah.

Per tahun Capello menerima 6 juta pound (Rp 98,4 miliar) per tahunnya dari kontrak yang ditandatangani olehnya. Akan tetapi bonus dan intensif cukup besar disodorkan untuknya, termasuk 1 juta pound (Rp 16,4 miliar) setelah meloloskan John Terry dkk berlaga di Afsel musim panas tahun depan.

Sabtu, 12 September 2009

Giggs : MU Punya Banyak Pengganti Ronaldo

Gelandang Manchester United, Ryan Giggs, merasa bahwa dirinya hanyalah satu dari beberapa pemain MU yang dapat mencetak gol lewat tendangan bebas. Mereka semua dapat menjalankan tugas yang sebelumnya diserahkan kepada Cristiano Ronaldo.

Dalam duel lawan Tottenham Hotspur, Sabtu (12/9), Giggs menciptakan satu gol lewat tendangan bola mati dari jarak 25 meter di depan gawang. Gol itu tidak hanya membangkitkan semangat "Setan Merah", tapi juga menunjukkan bahwa pemain veteran itu mampu menjalankan tugas sebagai algojo.

"Aku merasa kurang begitu bagus saat tendangan bebas," kata Giggs kepada ESPN. "Kami punya beberapa pemain yang bisa melakukannya. Nani sudah bikin gol sekali musim ini, Wayne (Rooney) dan aku juga bisa."

Giggs menegaskan, kemampuan mencetak gol melalui set-piece itu membuktikan bahwa MU tidak lagi bergantung pada Ronaldo, yang pindah ke Real Madrid awal musim ini. Selama enam tahun keberadaan CR7, pelatih Sir Alex Ferguson selalu menunjuk gelandang Portugal itu untuk mengeksekusi bola mati.

"Kami punya beberapa pilihan, tapi kita tidak melihatnya selama empat atau lima tahun, karena Cristiano! Aku senang bisa melihat itu lagi," tambah pemain 34 tahun tersebut.

Selain tiga nama yang disebutkan Giggs tadi, MU juga masih memiliki pemain lain yang memiliki tendangan geledek. Sebut saja Paul Scholes, yang pada pertandingan semalam diusir wasit. MU juga masih punya Anderson, pemain Brasil yang disebut Ferguson sebagai calon pengganti Scholes.

"Saya harap (gol) itu memotivasinya untuk menciptakan lebih banyak karena dia dia mampu melakukan itu," komentar Ferguson soal gol Anderson dari pinggir kotak penalti.

"Dia tidak banyak bermain tapi dia bagian dari skuad. Kami punya banyak gelandang dan kami harus merotasinya setiap waktu dan Anderson akan memainkan bagiannya," tambah pelatih asal Skotlandia tersebut.

Sepuluh " Setan Merah " Nodai Langkah Spurs

Sepuluh pemain Manchester United masih tetap kuat melawan Tottenham Hotspur dalam duel lanjutan Liga Inggris, Sabtu (12/9). MU akhirnya menang 3-1 meski kebobolan lebih dulu.

Ini merupakan kekalahan pertama Spurs dalam lima laga awal Liga Inggris. Pada empat laga sebelumnya, pasukan Harry Redknapp itu selalu mencatat hasil manis dan membuat mereka duduk di peringkat kedua klasemen sementara.

Kemenangan Spurs itu seperti hendak terulang lagi ketika Jermain Defoe mencetak gol indah pada menit pertama. Namun, gol itu melecut semangat "The Red Devils" untuk menaikkan tensi permainan. Gempuran itu membuahkan hasil pada menit ke-25, saat kapten Ryan Giggs menjebol gawang Carlo Cudicini melalui tendangan bebas.

"Setan Merah" berbalik unggul begitu tendangan keras Anderson menggoyang jala lawan pada menit ke-41. Babak pertama berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Giggs dkk.

Di babak kedua, permainan Spurs kembali menyengat. Jermaine Jenas sudah membahayakan gawang Ben Foster sejak 10 menit berjalan. Apes, sundulan Jenas ditepis oleh Foster. Semenit kemudian, giliran Peter Crouch menemui kata sial. Bidikannya membentur mistar dan selamatlah kandang Foster.

MU pun membuat ancaman yang sama berbahayanya ke gawang Spurs. Namun, mereka harus kehilangan Paul Scholes di menit ke-59. Entah sengaja entah tidak, kaki Scholes nangkring di wajah Tom Huddlestone dan wasit langsung memberikan kartu kuning kedua.

Keunggulan pemain itu tak dimanfaatkan dengan baik oleh Spurs. MU justru tetap membuat lawannya terdesak. Rooney meneror gawang Spurs dengan tendangan dari dalam kotak penalti di menit ke-67. Gagal, bola dihalau oleh Cudicini.

Kegagalan Rooney itu rupanya hanya ancaman awal karena sepuluh menit kemudian ia benar-benar menggetarkan gawang musuh. Rooney menyambut umpan dari kanan dan membawanya ke kotak penalti. Cudicini datang menyergap, tapi telat, bola sudah melewati penjagaannya.

Waktu yang tersisa terus dimanfaatkan Rooney untuk kembali mencobai ketangguhan kiper lawan. Meski demikian, tetap tak ada gol tambahan hingga menit terakhir permainan.

Susunan pemain :
Tottenham : Cudicini; Bassong, King, Ekotto, Corluka (Hutton 69); Huddlestone, Palacios (Jenas 46), Keane (Kranjcar 72), Lennon; Defoe, Crouch
Man United : Foster; Vidic, Ferdinand, Evra, OShea; Scholes, Anderson (Nani 82), Giggs, Fletcher; Berbatov (Carrick 62), Rooney

Ferguson : Rooney Pembunuh Lawan

Pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, memuji penampilan cadas pemainnya saat mengalahkan Tottenham Hotspur, Sabtu (12/9). Menurutnya, gol Wayne Rooney telah membunuh permainan lawan meski timnya bermain dengan sepuluh pemain.

"Gol Wayne datang pada saat tepat, itu mematikan permainan (lawan) untuk kami," kata Ferguson seperti dikutip Manutd.com.

Gol Rooney itu sebetulnya melengkapi kemenangan yang sudah didapat MU sejak babak pertama. MU sempat dikejutkan oleh gol Jermain Defoe yang terjadi begitu cepat di menit pertama. Namun, Ryan Giggs dkk bangkit dan terus menyerang tuan rumah.

Gol penyamakedudukan akhirnya lahir dari kaki Giggs, lewat sebuah tendangan bebas. Anderson membuat "Setan Merah" unggul 2-1 sebelum wasit meniup peluit akhir babak pertama yang berlangsung cukup panas.

Di babak kedua, Tottenham lagi-lagi melancarkan teror di menit-menit awal. Itu membuat permainan keras tak terelakkan. Akibatnya, Paul Scholes yang berusaha menghindarkan kakinya dari Tom Huddlestone justru mengenai pemain tersebut. Kartu kuning kedua diberikan untuk gelandang itu dan MU pun harus bermain dengan sepuluh pemain.

Spurs ternyata tak bisa mengambil keuntungan itu. Sebaliknya, Rooney justru tampil beringas, memburu bola ke mana pun arahnya, dan berkali-kali membahayakan gawang Carlo Cudicini. Meski hanya membuahkan satu gol, serangan Rooney itu memukul telak tuan rumah, yang sebelumnya selalu menang dalam empat laga.

"Kami di bawah tekanan dengan sepuluh pemain dan bertahan sangat baik. Spurs berada pada performa baik saat ini dan mereka mengawali laga secara fantastis dengan mencetak gol di menit pertama," komentar Ferguson.

"Itu penyelesaian indah dari Defoe tapi itu hanya awal pertandingan dan masih ada 99 menit. Kami harus bersatu dan menunjukkan ketenangan dan saya rasa permainan kami fantastis," tambahnya.

Berkat kemenangan ini, MU kini naik ke urutan kedua klasemen sementara, menempel Chelsea di urutan pertama. Keduanya berselisih angka tiga poin.